Fakta narsisisme.

Fakta Narsisisme

Fakta Narsisisme

Fakta narsisisme yang dapat dipercaya sulit ditemukan akhir-akhir ini, karena belum banyak penelitian yang dilakukan pada Gangguan Kepribadian Narsisistik. Alasan lain mengapa fakta narsisisme yang dapat diandalkan sulit ditemukan adalah karena banyak situs web menyalin informasi dari situs lain tanpa memeriksa sumbernya. Jadi saya telah mencari artikel ilmiah yang benar dan membuat halaman ini untuk anda. Pada paragraf berikutnya anda menemukan fakta narsisisme paling penting yang dirangkum.

Fakta narsisisme di halaman ini didasarkan pada sebuah penelitian di Amerika di antara lebih dari 34.000 individu. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih banyak pria daripada wanita memiliki Gangguan Kepribadian Narsisistik. Juga lebih banyak Afro-Amerika daripada orang kulit putih (Caucasian) memiliki narsisisme. Hal ini menunjukkan bahwa pengaruh budaya memainkan peran besar dalam pengembangan narsisisme. Dalam beberapa budaya individu lebih penting daripada kolektif. Hal ini menunjukkan bahwa orang-orang dalam budaya ini dibesarkan untuk percaya bahwa mereka lebih istimewa, unik, sehingga orang lain iri kepada mereka dan mereka lebih sering memahaminya, bersikap lebih sombong dan lebih preokupasi dengan fantasi tentang kesuksesannya daripada orang-orang dari budaya yang berbeda.

 


 
Untuk informasi lebih lanjut tentang narsisisme, kunjungi:

 

Pada Praktek Psikologi Barends Psychology ditawarkan perawatan untuk anak-anak dari orang tua narsisistik. Hubungi kami untuk menjadwalkan terapi. (Tergantung pada asuransi kesehatan anda, perawatan mungkin akan diganti)

 
 

Fakta narsisisme – prevalensi

  • 6.2% orang memiliki narsisisme. 7,7% pria dan 4,8% wanita [1].
  • Lebih banyak orang dewasa muda (20-34) dibandingkan orang dewasa yang lebih tua (50+) memiliki narsisisme: 8,9% berbanding 4,4% [1].
  • Narsisisme lebih umum terjadi di Afro-Amerika (12,5%) dibandingkan dengan Hispanik (7,5%) dan Kaukasia (5,0%) [1].
  • Lebih banyak orang yang single (9,6%), bercerai / berpisah (7,3%) mengalami narsisistik dibanding yang sudah menikah (4,9%) [1].

 
(Iklan. Untuk informasi lebih lanjut, gulir ke bawah.)


 

Fakta narsisisme – tanda dan gejala

  • Sebagian besar penderita narsissitik menganggapnya unik atau spesial (82,1%), diikuti dengan rasa memiliki hak (80,4%), dan menunjukkan kurangnya empati (78,8%).
  • Pria lebih tinggi dari wanita karena kurangnya empati (83,1% vs 72,3%) [1]
  • Pria juga nilainya lebih tinggi daripada wanita dalam hal rasa memiliki hak (82,6% banding 77,1%), dan eksploitasi interpersonal (65,5% vs 55,7%) [1].
  • Wanita memiliki nilai lebih tinggi daripada laki-laki dalam hal rasa iri terhadap orang lain / percaya bahwa orang lain iri pada mereka (78,4% vs 72,6%) [1].

 

  • Wanita juga lebih sering mencapai nilai lebih tinggi daripada pria dalam hal sikap sombong atau angkuh (42,0% vs 35,7%) [1].
  • Lebih banyak orang dewasa muda dibandingkan orang dewasa yang lebih tua yang memiliki preokupasi dengan fantasi cinta ideal atau kekuatan tak terbatas atau kesuksesan (78,2% vs 49,8%) [1].
  • 86,6% orang dewasa muda percaya akan keunikan khusus mereka dibandingkan 78,5% dari kelompok usia 35-49, dan 79,5% dari kelompok usia 50 tahun ke atas [1].
  • Orang dewasa yang lebih tua memiliki rasa berhak dibandingkan orang dewasa muda (83,8% vs 76,2%) [1].
  • 67,7% orang dewasa muda mendapat nilai pada eksploitasi interpersonal vs. ‘hanya’ 55,5% orang dewasa berusia 35-49 tahun [1].

 

Literatur

  • [1] The handbook of Narcissism and Narcissistic Personality Disorder. Theoretical Approaches, Empirical Findings, and Treatment. W. Keith Cambell & Joshua D. Miller, 2011.